Musik Bisa Mengeluarkan | DEWA SIHIR AGENCY

Detoksifikasi via Musik

By Vionelix

Detoksifikasi diambil dari kata Detox yang berarti RACUN. Jika diberi tambahan menjadi detoksifikasi, berarti menjadi PENGELUARAN RACUN.

Lantas, apa itu Detoksifikasi via Musik? Maksudnya adalah Pengeluaran Racun melalui Media Musik. Bisa kah? Bisa.

Bagaimana hal ini bisa terjadi? (kasus 1) Coba mari kita ingat bersama, jika Anda sering¬† mendengarkan sebuah musik tipe A (misal) yang diketahui tipe musik A adalah musik yang dapat memberikan efek penyakit (Musik “beracun”)…. dan kemudian anda mencoba mendengarkan musik tipe B yang diketahui melalui percobaan adalah dapat memberi efek kesembuhan (musik “penyembuh”)…. Lalu, Apa yang akan terjadi?

Banyak hal yang mungkin bisa terjadi. Diantaranya adalah terjadi mual, pusing, mules, sering buang angin, perasaan nggak nyaman, gelisah, ataupun lainnya. Padahal yang didengerkan adalah Musik tipe B yang diketahui memberi efek penyembuhan (Musik “penyembuh”)

=== artikel terkait ini bisa dicek dibawah ini mengenai experimen tomat musik===

Experiment Musik – Tomat

Nah,,, itu berarti bisa jadi rasa-rasa tersebut adalah proses detoksifikasi yang dilakukan oleh tubuh…. Jika dilakukan dengan teratur, bisa jadi akan normal kembali.

Hal berkebalikan juga bisa terjadi. Misal (kasus 2). Sering denger musik “penyembuh”, tapi dipaksa denger musik “beracun”. Dan mules-mules misalkan. Ya,, tentu… sudah pasti akan memberi efek penyakit. Tapi apakah lama kelamaan bisa aman / rasa mulesnya hilang? Bisa jadi….

Karena apa?

Dalam kasus 1 saja, kita tidak tahu tubuh kita penuh racun akibat musik yang kita dengar, sehingga tubuh sudah merasa seperti “menyatu” dengan racun. Jadi seperti dianggap hal biasa.

Begitupun dalam kasus 2, awalnya mungkin tubuh sehat, tapi dipaksa mendengar musik “beracun”, sehingga ada “perlawanan” diawal oleh tubuh. Jika diteruskan, bisa jadi nantinya racun menguasai tubuh. Sehingga bisa dianggap biasa saja oleh tubuh. Padahal perlahan bisa merusak tubuh.

Hal ini bisa juga dikarenakan perputaran energi tubuh, perputaran DNA tubuh, perputaran gerak sel, perputaran darah, itu mengikuti perputaran alam semesta. Tubuh akan merespon getaran nada nada dalam musik. Musik “penyembuh” itu tentu putaran nadanya searah dengan perputaran alam semesta yaitu berlawanan arah jarum jam, sehingga tubuh pun selaras dengan alam semesta. Nah, bagaimana musik “beracun”? Tentu sebaliknya….

Oke… jadi ini adalah sekilas tentang Detoksifikasi via Musik. Bahwa hal hal “tidak enak” yang terjadi saat mendengarkan 2 tipe musik (berpindah haluan dari musik “beracun” ke musik “penyembuh”), itu bisa jadi proses detoksifikasi.

NB :
1) Racun yang saya maksud diatas adalah Racun dalam tanda kutip, “RACUN”. Bukan melulu sebuah senyawa yang bisa memberi efek racun, bukan pula hanya sekedar gangguan psikis. Tetapi lebih menekan-kan pada efek buruk yang ditimbulkan oleh tubuh.

2) Musik “penyembuh” yang saya maksud adalah musik yang memberi efek positif bagi tubuh kita. Tidak hanya tubuh, tetapi juga bagi sekitar kita juga termasuk kehidupan kita.

3) Musik “beracun” yang saya maksud adalah musik yang memberi efek buruk / negatif bagi tubuh, serta¬† pada kehidupan kita.

Leave a Reply