Oh Nusantaraku…… | DEWA SIHIR AGENCY

Oh Nusantaraku……

By Gneovinz

Nusantara, begitulah sebutan yang sering disebutkan untuk negeri ini. Kultur budaya yang beraneka ragam, serta ragam bahasa hingga keunikan ritus-ritus yang acap kali menjadi sorotan mata dunia menjadi keunikan negeri ini.

Kisah-kisah kuno yang mengandung banyak ajaran kebijaksanaan menjadi dasar ajaran anak-anak bangsa negeri ini. Bukan hanya itu rahasia yang tersembunyi acap kali menjadi perbincangan hingga ke manca negara. Mulai dari candinya, hingga prasasti-prasasti kuno yang tak henti menjadi pertanyaan sejak kapankah bangsa ini berdiri.

Dahulu, Nusantara menjadi sosok negara yang patut diperhitungkan dari segi pengetahuan, kemiliteran, bahkan politiknya. Disegani oleh dunia menjadi salah satu pencapaian yang pernah diperoleh negeri ini.
Bukan hanya kaum adamnya, namun kaum wanita pun turut dihormati sebab keanggunan serta keberanian yang menyelimutinya. Hal ini dapat ditunjukkan melalui banyaknya kaum wanita yang menjadi pahlawan dinusantara ini.

Hingga modernisasi mulai menyentuh negeri ini, secara tak langsung kearifan lokal yang mendunia tersebut mulai menghilang. Dari mulai segi fashion, tekhnologi, hingga pergaulan perlahan menggerogoti keagungan sifat serta sikap anak bangsa ini.

Ideologi bahkan kepercayaan yang dianut dari bangsa asing menjadi racun mematikan bagi anak-anak pertiwi.

Memimpikan berjuang demi negeri orang menjadi impian jiwa-jiwa masyarakat modernisasi tanpa menyadari mereka hidup dan berkembang biak dari tanah nusantara ini.

Alih-alih mencintai kekayaan budayanya sendiri, mereka lebih senang berbusana serta berbahasa yang bukan milik mereka.

Hal ini semakin menjadi sejak komunikasi yang semakin mudah diakses melalui sosial media bahkan kemudahan dalam mengakses informasi seluruh dunia.
Bukankah ini adalah hal yang riskan saat kita sebagai bangsa nusantara malah mengagung-agungkan negeri yang bukan milik kita???

Justru hal yang paling membingungkan adalah kebanyakan masyarakat kita menginginkan kehidupan dinegeri lain. Padahal jabatan tanah surga hanya dimiliki oleh nusantara. Mulai dari tanahnya, hingga bentuk dan ragam budayanya.

Saya pernah mendengar pepatah “Rumput tetangga lebih terlihat segar dibanding rumput dirumah sendiri” , bukankah pepatah ini adalah sebuah cemoohan bagi mereka yang tidak bersyukur atas kepemilikan mereka???
Dapatlah ditarik kesimpulan bahwa mereka yang lebih mencintai negeri asing ketimbang tanah nusantara adalah mereka yang tak pernah mensyukuri bahkan menyadari anugrah terbesar negeri ini????

Kekayaan alamnya, menjadi jarahan negeri asing dengan landasan kerja sama. Mengapa tak kau kelola sendiri sumber daya alammu???

Mengapa kau malah kebingungan mencari nafkah hingga kenegeri seberang sedang ditanahmu begitu berlimpah kekayaan alam???

Mari renungkan pertanyaan-pertanyaan diatas jika kau benar-benar putra-putri nusantara.

Semoga kesadaran akan nusantara ini dapat terbangkitkan dalam jiwa kita masing-masing.

INDERFERIUM LIVIERGOZ DERISYACTO LASVAHA

Leave a Reply

Lukisan
Event
Event

Indonesia Tanah Ibu Pertiwi