Ramalan Bukan Sekedar Meramal, Tapi MEMBACA PESAN ALAM! Bagaimana Caranya? | DEWA SIHIR AGENCY

Komunikasi Dengan Alam

By Andra Gneovinz

Mempelajari sihir berarti mempelajari tentang alam semesta ini. Mungkin anda seringkali mendengar, membaca ataupun menonton televisi bahwa para penyihir juga identik dengan ramalan.

Hal tersebut bukanlah hal yang tak mungkin, sebab para penyihir adalah mereka yang berkemampuan khusus dapat berkomunikasi dengan alam. Wah… hebat yach, dapat berkomunikasi dengan alam. Pasti para pembaca penasaran bagaimana mereka melakukannya???

Jadi, ramalan para penyihir bukanlah sebuah keyakinan buta, melainkan dalam memberikan ramalan, seorang penyihir harus dapat terlebih dahulu berdialog dengan alam.

Contoh mudahnya gini dech,
Seorang ibu dapat mengetahui tentang apa yang disembunyikan anaknya, sekalipun anaknya tidak terbuka sama sekali. Atau mungkin seperti kisah Noah yang mengetahui atau meramalkan tentang banjir besar yang akan menimpa kaumnya. Semua hal tersebut terjadi dikarenakan mereka telah mampu berkomunikasi dengan alam ini.

Para pembaca pasti penasaran untuk dapat berkomunikasi dengan alam bukan?

Nah… untuk dapat berkomunikasi dengan alam, hal pertama yang harus dilakukan adalah terlebih dahulu menyatu dengan alam. Sebab tanpa sebuah penyatuan, mustahil untuk dapat berkomunikasi dengan alam. Lalu seperti apakah cara untuk menyatu dengan alam yach???

Untuk dapat menyatu dengan alam maka yang harus kita lakukan adalah meningkatkan energi murni yang ada dalam diri kita. Apabila seorang penyihir memiliki energi murni yang besar, maka kepekaan seluruh indranya akan menangkap frekuensi alam yang begitu halus.

Berkomunikasi dengan alam tidaklah sama dengan berkomunikasi dengan manusia. Sebab alam hanya akan berkomunikasi dalam tingkat yang lebih tinggi (komunikasi tingkat atom). Manusia memiliki tingkat komunikasi yang sangat rendah, sebab manusia hanya dapat menangkap suara dalam tingkat audiosonik. Sedangkan alam semesta memiliki 3 gelombang longitudinal dalam komunikasi. Ambang frekuensi bunyi yang dapat didengar oleh telinga manusia berkisar getaran frekuensi 20 Hz sampai 20.000 Hz, pada amplitudo getaran dengan berbagai variasi dalam kurva responsnya. Suara di atas 20.000 Hz disebut ultrasonik dan di bawah 20 Hz disebut infrasonik (gelombang suara).

Namun, bukan berarti manusia tak dapat melatih kemampuan indra pendengaran mereka untuk dapat menerima frekuensi tersebut, sebab hal ini telah dibuktikan oleh para penyihir serta para saint terdahulu yang dapat berkomunikasi dengan alam semesta.

Sebelum anda menpelajari tentang bagaimana menyatu dengan alam, sebaiknya terlebih dahulu anda mengenal tentang susunan penciptaan alam semesta ini secara Quantum.

Dalam ilmu mekanika quantum, kita mengenal bahwa setiap materi yang ada disemesta ini terdiri atas atom-atom penyusun yang sangat kecil, dimana atom-atom tersebut saling tarik-menarik membuat sebuah ikatan hingga membentuk partikel-partikel yang menyusun sebuah materi menggunakan energi. Gerakan saling tarik-menarik antar atom tersebut membentuk sebuah gelombang yang sangat halus (akan kita bahas pada artikel selanjutnya).

Saat seorang penyihir memiliki energi yang besar maka seluruh indranya akan dapat menangkap gelombang halus dari gerak tarik-menarik antar atom tersebut, hal ini sama seperti ketika anda bertemu dengan seorang tuna wicara dan berdialog dengannya namun anda memahami apa yang di maksudnya.

Apa hubunganya dengan gelombang diatas ya???

Seperti pada artikel lalu telah penulis jelaskan, bahwa kelenjar pineal bertugas untuk pusat kelistrikan pada seluruh tubuh. Bukan hanya itu, kelenjar pineal juga dapat mengeluarkan serta menangkap sinyal-sinyal yang sangat halus sehingga kita dapat menangkap apa yang dipikirkan oleh manusia sekalipun tidak memahami bahasa dari lawan bicaranya. Nah, tanpa kita sadari ternyata otak kita mampu melakukan komunikasi dalam bentuk gelombang frekuensi dari yang seharusnya! Bener-bener luar biasa tekhnologi Tuhan ini.

Ritual Sihir dan Kelenjar Pineal

Dalam sebuah penelitian, manusia pada umumnya hanya menggunakan kapasitas otaknya 10-15% saja, sedangkan 85-90% tersembunyi. Jadi jika anda dapat meningkatkan kapasitas tersembunyi tersebut, maka anda dapat menangkap sinyal-sinyal yang sangat halus sekalipun, bahkan tidak menutup kemungkinan anda dapat mengendalikan atom-atom disekitar anda.

Seperti experiment pada tomat dalam artikel sebelumnya, seperti itulah contoh komunikasi pada tingkat atom. Jadi berkomunikasi dengan alam tidaklah sama seperti berbicara pada manusia, melainkan menggunakan frekuensi tertentu pada tingkat atom dan sel. Oleh karena itu, agar dapat menangkap frekuensi alam untuk berkomunikasi, para penyihir harus melatih kepekaan seluruh indranya dengan cara meningkatkan energi murni.

Adapun latihan dalam meningkatkan energi murni dapat anda lihat pada RVDS Vol. 1.

NB: TAK ADA HASIL YANG DIDAPATKAN DENGAN INSTANT ! ! !

5 Responses to “Komunikasi Dengan Alam”

Leave a Reply