Kisah Pengembara Dan Dunia Sihir | DEWA SIHIR AGENCY

Kisah Pengembara di Lembah Biru

By Gneovinz

Mari ku kisahkan padamu sepenggal kisah pengembara dilembah biru. Kisah yang hanya ada didunia antah berantah. Anggaplah ini sebagai dongeng penghantar tidurmu. Jangan kau percaya sebelum kau menapaki jalan menuju kesana, sebab kepercayaan hanya akan hadir setelah kau benar-benar mengalaminya sendiri.

Dunia yang penuh derita menjadi acuan niat yang dalam bagi sang pengelana menuju lembah yang konon memiliki jawaban atas bencana yang dihadapi desanya.

Perjalanan yang panjang menjadi tantangan baginya untuk menemukan jawaban dari masalah yang ia hadapi.
Sekantung gandum menjadi bekal menuju perjalanan yang entah dimana keberadaanya.

Hutan keramat menjadi pintu menuju pencerahan yang ia nantikan.

Sebuah portal dibalik pohon raksasa konon dapat menghantarnya menuju tempat tujuannya. Selinting kertas mantra menjadi kunci menuju kesana.

INDERFERIUM LIVIERGOZ DERISYACTO LASVAHA” ia lantunkan berulang kali hingga tubuh kecilnya terserap masuk pusaran dari balik pohon raksasa.

Rasa menggigil serta tercabik-cabik bagaikan siksaan neraka paling dalam ia rasakan. Terhempas ia diatas sebuah lembah tak berpenghuni. Semua serba biru kelam, langit bahkan tanahnya. Ia coba berdiri secara perlahan dengan lutut yang gemetaran, kedua trlapak tangannya ia sandarkan dilututx berusaha menguatkan diri serta menguatkan mentalnya atas kengerian yang sedang ia hadapi. Mimpi manis menyelamatkan desa manjadi penguat bathinnya.

Dari kejauhan nampak sebuah istana megah berhiaskan permata biru nan indah. Ia coba dekati dan masuki. Langit-langit bergambarkan garis-garis bernuansa geometri terlukis disana, semakin kuat rasa takut dalam dirinya, semakin kuat pula semangatnya untuk menggapai jawaban atas masalahnya.

Terdengar lirih bisikan seseorang memintanya untuk memasuki sebuah ruangan dengan pintu besar berukirkan garis-garis suci yang tak bisa ia gambarkan. Perlahan tapi pasti ia buka pintu tersebut.

Nampaklah sebuah peti harta diatas sebuah altar pemujaan menandakan peti tersebut begitu dikeramatkan. Terdengar kembali bisikan lirih memintanya membuka peti tersebut. Semakin gemetaran tatkala ia memasuki altar dan mendekati peti tersebut. Dengan wajah pucat serta jari yang gemetar ia buka perlahan peti tersebut.

Menakjubkan, cahaya begitu terang keluar dari selembar kertas lusuh dengan tulisan kuno didalamnya yang entah apa maksudnya. Tatkala ia ambil kertas tersebut, seakan bergetar lantai altar yang menjadi pijakannya, terbuka pintu pintu kecil dalam ruangan tersebut, berhamburan keluar para iblis dari balik pintu seakan hendak membunuhnya. Dengan sigap ia berbalik dan berlari menuju pintu keluar bermaksud kembali ke hutan keramat. Rasa takut yang begitu besar menjadi motivasinya untuk dapat keluar hidup-hidup dari lembah biru nan mematikan ini.

Lari, dan terus berlari yang ia tahu, sesekali ia tolehkan kepala kebelakang menunjukkan rasa waspada kalau saja ada iblis yang menggapainya.

Hingga saat ia berhasil keluar dari lembah tersebut nafasnya seakan tak berhenti tersengal-sengal.

Ia coba membaca kembali isi dari selembar kertas bercahaya yang ia dapati dari lembah biru menakutkan, namun alhasil ia tetap tak dapat memahami. Hingga seseorang bejubah putih berjenggot panjang dengan rambut bergelombang mendatanginya lantas berkata “setiap dari jawaban atas masalahmu adalah ada pada dirimu sendiri” . Dengan wajah yang mengkerut tanda tak mengerti dari kata orang aneh tersebut sang pengelana bertanya “apa maksud anda?”. “Itulah arti dari tulisan yang kau genggam” ujar orang tersebut.

Tawa keras memecah keheningan hutan keramat dari sang pengelana. Jawaban yang ia cari selama ini ternyata ada pada dirinya sendiri. Ia sibuk mencari keluar, hingga nyawa menjadi taruhan hanya untuk mencari jawaban yang seharusnya telah ada padanya. Lupa akan jati diri yang membuatnya bodoh hingga harus menghantarkannya pada lembah biru menakutkan. Rasa tidak percaya diri menjadi belenggu atas jawaban dari bencana yang menimpa kaumnya.

Kini ia sadar bahwa setiap persoalan dapat ia jawab bukan darimanapun, dan bukan dari siapapun, melainkan dari dirinya sendiri.

“INDERFERIUM LIVIERGOZ DERISYACTO LASVAHA”

Leave a Reply

Lukisan
Fresh Articles
Event
Event

Indonesia Tanah Ibu Pertiwi