Game oleh Gneovinz | DEWA SIHIR AGENCY

Game oleh Gneovinz

Sedikit ku ceritakan kepadamu kisah yang tak pernah diceritakan padamu bahkan mungkin telah lama dilupakan. Kisah dimana mereka yang pernah ada untuk menjaga tanah pertiwi yang kaya akan keindahan maha karyaNya, yang kini perlahan sirna ditelan keganasan zaman.

Kisah ini bukanlah sembarang kisah sebab berasal dari para leluhur yang penuh cinta akan negara.

Dahulu kala saat dimana tanah senantiasa diterpa cahaya mentari dengan sinar yang terik menerangi setiap lekuk lingkar goa.

Kala dimana para dewa berkuasa atas tanah nusantara. Setiap kehidupan mesti tunduk dibawah titah sang dewa sebab atas berkat dariNya bumi tersuburkan dengan segala macam tumbuhan bak sorga yang dijanjikan.
Konon dimasa itu tak ada kesulitan, sebab tanah pertiwi adalah tanah surga yang indah dan kaya.

Konon dimasa itu hiduplah seorang kesatria yang gagah berani mencintai negara dengan sepenuh hati. Jiwa dan raga rela ia korbankan demi kemakmuran bangsanya. Bukan hanya berani namun sang kesatria juga sangatlah cerdas dan memiliki rasa ingin tahu atas segala sesuatu. Ia kiat belajar, membaca, serta berdiskusi dengan para guru demi memuaskan rasa ingin tahu yang meledak dalam bathinnya.

Suatu hari, rasa bosan menggelayuti pikirannya sebab merasa ilmunya tak berkembang ditanahnya sendiri. Berangkatlah ia ke sebuah negeri dimana konon disana terletak setiap pengetahuan milik dunia. Perpustakaan Alexandria namanya, tempat yang ia kunjungi merupakan pusat pembelajaran setiap pengetahuan. Disanalah ia belajar dan menukar pengetahuannya dengan pengetahuan lain tanpa menyadari bahwa itu adalah awal kehancuran.

Menemukan para cendikiawan baru membuatnya bangga akan pengetahuan yang belum ia ketahui sebelumnya, dan tanpa sadarpun ia menceritakan setiap kekayaan milik bangsanya dan menciptakan rasa ketertarikan sendiri oleh para sahabatnya itu.

Emas, hutan, bahkan kearifan rakyat yang ia pamerkan membuat mereka benar-benar tertarik mendatangi tanahnya. Namun sayang para cendikiawan tersebut memboncengi mereka yang memiliki niat tersendiri atas prmenuhan nafsunya.

Ketika bangsa asing datang ketanah sorga yang kaya akan harta negara, mereka tertarik untuk tinggal dan menetap didalamnya hingga mencoba segala macam upaya agar dapat memilikinya. Menyadari hal tersebut sang kesatria berupaya memerangi mereka dan mengusir mereka dari tanah pertiwi. Darah dan nyawa ia korbankan demi menjaga tanahnya atas kesalahan yang telah ia perbuat.
Banyak jiwa yang tumbang sebagai bentuk pertukaran kebebasan bangsanya. Hanya penyesalan yang kini memenjarakan bathinnya, rasa ingin tahu yang merusak tanah yang dicintainya.

Hingga kini, konon beredar kemerdekaan bangsa dan tanahnya, namun budaya dan harta negaranya direnggut oleh mereka manusia yang tamak tanpa disadari. Benarkan tanah ini telah bebas? Dibalik kemerdekaan masih tersimpan dogma milik bangsa asing hingga melupakan sejarah bahkan dimana dia tinggal.

Pengetahuan tanah sendiri diletakkan dan diganti dogma-dogma tanah asing seakan dogma tersebut adalah kebenaran yang mutlak.

Apakah ia bangsamu salah? Apakah ia kau sedang hidup ditanah luar dan bukan tanah pertiwi hingga mengatakan kebenaran adalah milik mereka?

Ataukan mungkin pembenaran telah menutupimu dari melihat kebenaran yang sebenarnya?

Sungguh malang nasib sang kesatria sebab rasa ingin tahu menyebabkan kehancuran tanahnya. Apakah ingin tahu adalah salah? Tentu tidaklah seperti itu, sebab sebuah pengetahuan tidak akan berkembang jika pengetahuan yang lama tidak kau manfaatkan dengan baik.

Dan satu hal yang perlu kau pahami, jangan pernah menjual harta yang paling kau cintai hanya demi memuaskan egomu belaka.
Sebab tanah ini, tanah pertiwi adalah tanah yang berharga melebihi jiwamu sendiri.

Inilah dia, lembaran kisah usang yang telah ditinggalkan dan dilupakan. Kitab-kitab penciptaan serta kejadian yang tak tertuliskan namun tersebar penuh makna diantara reruntuhan tanah yang mengering.

Kisah para kesatria langit yang datang menghampiri telaga demi menghilangkan rasa dahaganya hingga enggan meninggalkan tanah pijakan sebab jatuh cinta akan keindahan yang disajikan. Beranak cucu dengan pribumi seakan ialah penduduk asli.

Lupa tugas lupa ikrar sumpah yang telah diucapkan hingga menggetarkan tiang-tiang langit.

Sebab keruntuhan bukan karena ketamakan iblis, namun karena kelalaian akan janji para kesatria akan tugasnya. Ilusi keindahan menutup bathin yang terdalam.

Para kesatria langit yang terhormat bukan lagi berjalan dijalan kebenaran sebab nafsu menggelayuti alam pikiran.

Para penyihir yang datang kedalam altar suci melantunkan mantra-mantra menyanjung para dewi penjaga dunia antah berantah, berharap mengembalikan kesadaran para kesatria langit akan ikrar suci yang telah terucap. Namun sayang kesadaran telah memudar dan pasrah akan kehancuran yang ia ciptakan sendiri.

Akankah surga menghilang menjadi gurun neraka nan gersang?
Akankah kicau burung terganti sepi kerontang ditelan badai zaman? Akankah sang ibu memaafkan anak-anak durhaka yang membuatnya menangis?

Semuanya menjadi misteri, teka-teki tak terjawab dan segera menghilang bersama debu semesta. Akankah hari-hari cerah berganti dengan kabut penuh darah?

Semua jawaban terletak dalam kitab usang yang terlupakan. Lembar demi lembar kehilangan tulisannya sebab tak ada lagi yang berminat membacanya.

Kisah ini perlahan menghilang dari peradaban, menjadi kisah dongeng penghantar tidur sebelum beruang merah dengan geramnya menyerang sang ibu. Dewa cinta menipu anak-anak ibu dengan keserakahan dan ketamakan agar turut memberi derita pada sang ibu.

Akankah para kesatria langit menyadari kesakitan yang terjadi? Semua masih tersimpan dalam kitab tak tertulis.

“INDERFERIUM LIVIERGOZ DERISYACTO LASVAHA”

 

 

 

Penilaian AR :

Punya @Gneovinz dibuat dengan penggunaan bahasa yang bisa membuat karya ini sangat universal,,, karena dalam bentuk tulisan, maka dapat membuat masing2 orang yang membacanya menggunakan imajinasinya untuk menggambarkan sosok2 dan peristiwa2 dalam tulisan di kisah ini .

Pas untuk orang awam yang suka dongeng …

Leave a Reply

Lukisan
Fresh Articles
Event
Event

Indonesia Tanah Ibu Pertiwi